Dalam kehidupanku, kata batik mulai kukenal sejak 2 Oktober 2009. Kata itu makin kukenal sejak saya memiliki usaha bersama keempat teman saya. Usaha tersebut bergerak dengan batik sebagai satu main value dari produk-produk kami. Saya baru tahu bahwa batik itu bukan sekedar motif, namun intisari dari batik merupakan proses pembuatan batik itu sendiri. :D Sekilas saja bahwa batik yang dibuat dengan teknik printing atau sablon tidak bisa dikatakan batik karena buakn dibuat dengan menggunakan lilin.

Baticube and me

Saya baru sadar bahwa saya memiliki batik sejak saya SMA. Ya benar, batik merupakan salah satu seragam sekolah saya. Sayangnya seragam tersebut hanya motifnya, tidak asli batik. Kemudian batik kedua yang pernah saya punya yakni seragam organisasi. :D Namun lagi-lagi bukan batik asli. Akhirnya saya memperoleh batik asli ketika saya pergi ke Tahmrin City. Saya memperoleh kain dan kaosnya. :D Sungguh mengagumkan.

Tapi kemudian saya tidak hanya punya kaos atau tekstil lainnya yang memiliki motif batik. Saya punya rubik alias cube, sebuah mainan yang menurut saya asyik banget untuk dimainkan, dengan motif batik. :D Awesome! Rubik ini saya peroleh dengan menempelkan stiker kepada rubik saya yang sudah tidak karuan. Bayangin aja, hampir 40% warna yang ada di seluruh bagian rubik itu hilang. Gimana maennya coba? Akhirnya saya punya ide untuk ditempel pake stiker aja. Berniat untuk mencari penjual stiker rubik, teman saya Akhmad Rahadian Hutomo berceloteh, ngeprint sendiri aja, trus kasih motif batik. WOW! Dan jadilah angan-angan tersebut. :D Thanks. Hehehe.

Rubik Cube (Before)

Before

Rubik Cube (After)

After