Seringkali saya mendengar kalimat negatif dari teman-teman saya tentang apa yang dilakukan oleh suatu instansi. Baru-baru ini saya mendengar berita tentang berdirinya toko minuman kopi bermerk SB di perpustakaan baru Universitas Indonesia. Ada yang bilang tidak nasionalis lah, terlalu sombong lah, sudah lupa lah, dan kalimat negatif lainnya. Pun berita tentang dihapuskannya KRL Expres di Jabodetabek. Muncul kalimat-kalimat negatif seperti mahal lah, akal-akalan pemerintah lah, dan lain sebagainya.
Saya sendiri tidak suka terhadap cibiran mereka seperti itu. Iya oke, mungkin ada benarnya tapi saya penasaran apakah mereka masih bisa bilang demikian ketika mereka berada di posisi pemegang keputusan tentang masalah-masalah yang ada di instansi tersebut. Saya yakin sekali banyak hal yang tidak diketahui oleh orang awam tentang masalah-masalah internal di instansi tersebut sehingga diambillah keputusan tersebut. Tapi sama saja sih, biasanya orang yang mencibir dan lain sebagainya itu hanya tahu kulit kacangnya saja baik isi kacang tersebut sudah diberitahu ke publik atau belum.
Saya punya analogi tentang protes teman-teman saya tersebut. Ada seorang ayah yang menyayat kulit pohon di depan rumahnya. Ada anaknya yang tahu hal itu kemudian dia pun protes, marah, mencibir, dan lain sebagainya. Ayahnya hanya diam karena ia paham anaknya belum tahu apa-apa tentang ilmu tanaman. Sang ayah menyayat kulit pohon tersebut karena ia ingin mempercepat proses berbuah pada pohon tersebut. Ingat ilmu pengetahuan alam kan ya? Ada zat tertentu yang akan dikeluarkan / diproduksi sang pohon bila kulitnya terluka. Nah zat itulah yang akan mempercepat proses berbuah. Karena dirasa terlalu rumit dijelaskan, ayahnya hanya diam saja. Sang anak tetap saja protes hingga akhirnya capek dan kelelahan. Pada saatnya pohon tersebut berbuah, sang anak loncat kegirangan dan tentu saja dia sangat senang sekali bisa mencicipi buah pohon tersebut.
Nah. Saya rasa ini pulalah yang dilakukan oleh instansi tersebut. Diam untuk sementara, toh nanti juga yang protes pada kegirangan kalau sudah mencicipi `buahnya`
Jadi mending diam daripada sudah berkata-kata tidak baik, eh ternyata salah duga. Kalo saya pribadi sih bakal malu. Bagaimana dengan kamu?
Facebook
Twitter
Google+
Email
Jul 03, 2011 @ 07:58:20
kalau saya,
do not speak without data