by: abuamar

Puasa itu…

Um, saya membuat tulisan ini dengan tujuan untuk mengingatkan diri saya sendiri dan pembaca sekalian. Sumber informasi dari artikel ini yakni buku Fiqih saat saya kelas 2 MTs (sederajat dengan SMP). Yang jelas, semoga bermanfaat :-)

Ramadhan

Puasa tu apa sih?

Puasa menurut bahasa yakni Ash-shiyaamu yang artinya sama dengan Al-imsaaku yakni menahan. Pengertian puasa menurut syara’ adalah suatu amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari disertai dengan niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu.

Yang membatalkan puasa itu gimana? Trus syarat dan rukun tertentu itu maksudnya apa?

Sabar sabar, saya akan jelaskan satu persatu kok :D Baca yang lengkap loh ya ;-)

Syarat wajib puasa

  • Islam
  • Baligh dan berakal
  • Suci dari haidh dan nifas
  • Mampu melaksanakan puasa (tidak dalam keadaan udzur seperti sakit, bepergian, atau sudah tua)

Syarat sah puasa

  • Islam
  • Tamyiz (orang yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk)
  • Suci dari haidh dan nifas
  • Bukan pada hari yang diharamkan untuk berpuasa

Rukun puasa

  • Niat
  • Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari

Yang membatalkan puasa

  • Muntah dengan sengaja
  • Haidh atau nifas
  • Jimak (bersetubuh) pada siang hari atau setelah waktu terbit fajar
  • Gila, mabuk, atau pingsan
  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan dengan sengaja seperti makan, minum, dan merokok
  • Murtad (keluar dari agama Islam)

Oh gitu, kalo sedang Puasa Ramadhan, terus batal gara-gara salah satu alasan di atas gitu gimana?

Ada beberapa cara, cara pertama yakni diganti puasanya di lain hari. Nah cara ini diperuntukkan bagi

  • Orang sakit yang meninggalkan puasanya
  • Orang yang sedang dalam perjalanan (musafir)
  • Wanita yang sedang hamil jika takut dirinya menjadi berbahaya
  • Wanita yang sedang menyusukan anaknya jika ia khawatir berbahaya bagi dirinya dan anaknya.

Cara kedua yakni membayar fidyah (memberi makan orang miskin lebih kurang 3/4 liter beras setiap hari). Cara ini diperuntukkan bagi

  • Orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh
  • Orang yang sudah tua yang tidak mampu lagi berpuasa

Cara ketiga yakni wajib mengganti puasanya di hari lain (qadha) dan membayar fidyah dan masih berdosa yakni bagi orang yang sengaja meninggalkan puasa tanpa udzur syar’i.

Oia, jika Puasa Ramadhan batal karena jimak dengan sengaja, maka wajib mengganti puasanya selama dua bulan berturut-turut. Jika ia tidak mampu, hendaklah ia memberi makan orang miskin sebanyak 60 orang (HR. Muslim)

Wow. Jadi puasa tu gitu toh. Ada informasi lain ga tentang puasa?

Ada, informasi itu yakni tentang sunnat puasa dan makruh puasa

Sunnat puasa dan makruh puasa? Apaan tuh? :shock:

Sunnat puasa

  • Makan sahur
  • Mengakhirkan makan sahur
  • Menyegerakan berbuka puasa
  • Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis atau dengan air sebelum makan makanan yang lain
  • Membaca doa ketika berbuka
  • Memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa

Makruh puasa

  • Berkata kotor, keji, mencaci maki, mengumpat, bertengkar, dan berkata berlebih-lebihan
  • Sengaja melambatkan berbuka setelah jelas masuk waktu Maghrib dengan meyakini bahwa yang demikian itu merupakan keutamaan
  • Mengunyah atau mencicipi makanan, kecuali ada keperluan seperti mengunyahkan makan untuk anaknya
  • Berbekam, kecuali jika ada keperluan
  • Bersiwak atau bersikat gigi setelah tergelincir matahari kecuali ada keperluan
  • Berkumur-kumur secara berlebihan setelah tergelincir matahari
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa suntik dan cacar termasuk makruh puasa jika tidak ada keperluan

Referensi

Abyan, DRS. H. Amir, MA Dkk. (1997). Fiqih: Madrasah Tsanawiyah Kelas 2. Semarang: PT Karya Toha Putra