Update 10 November 2011

Terakhir kali saya service yakni hari ini. Biayanya 35rb setiap kali servis biasa. Kalo ganti oli, nambah 25-35rb tergantung jenis olinya. Harga diambil dari AHASS Beji Depok ya, bisa berbeda dengan yang ada di daerah lainnya.

Komentar saya, waspadalah! Anda juga harus ngerti apa yang penting dan tidak penting pada sepeda motor Anda. Tidak hanya asal menurut dengan apa kata si teknisi untuk ganti ini ganti itu. Bisa saja kondisi sparepart sebenarnya masih 70%, tapi disarankan teknisi untuk diganti. Hal itu merugikan kita toh. Belum saatnya diganti kok udah diganti duluan. Terlalu cepat masanya.

Sepeda motor saya Supra X 125 D. Motor itu dikirim dari kampung halaman dengan jasa pos. Diangkut dengan apa? Wah, saya juga nggak tahu. Kemarin Pak Posnya nggak bilang sih diangkut pake apa. Hehe *djayusmodeon. Umurnya sudah hampir setahun saya pakai di daerah Depok. Sebenarnya waktu tiba di sini, motor itu masih cicilan. Hehe. Maafkan saya Bapakku tercinta. :-P

Mungkin ada yang bilang ngapain bawa motor? Wong jalan juga bisa, ada bus kampus pula. Bukannya kemanyun bawa motor di lingkungan Universitas Indonesia. Tapi hal yang paling saya pertimbangkan adalah waktu. Saya sih ga masalah kalau jalan kaki, cuman saya males aja kalau harus ditempuh dengan waktu yang cukup lama. Kira-kira jarak antara kos dengan gedung fakultas saya sekitar 4 km-an.

Awalnya saya jalan atau naik bus. Namun lama-lama saya merasa jengkel karena saya harus berjalan selama 30 menit atau bahkan lebih untuk mencapai kampus. Apalagi jika malam sudah menjelang dan badan udah capek. Huff. Ditambah dengan saya ga bisa bebas kemana-mana dan kapanpun. Jika saya mengandalkan bus atau jalan kaki, ya paling pagi saya bisa berangkat shubuh sekitar pukul 5, kemudian malamnya paling enggak pukul 8 atau setengah 9 harus sudah di depan halte menunggu bus kampus datang. Namun semua itu hilang ketika saya punya sepeda motor. Perjalanan hanya 10 menit. Mau pergi pagi bisa, malem bisa. Mau kemana mana bisa (walaupun ga kemana-mana juga, hehe). Lebih bebas lah.

Oia, hari ini motor saya diservis. Rantainya agak kendor saya kira. Bunyinya crrk.. crrk.. crrk… setiap kali jalan. Sebenarnya sudah dari bulan lalu. Namun saya tahan hingga waktu servis tiba, mengingat kilometer saya masih 1000-an km. Tapi makin lama makin keras, dan tampaknya sudah tidak bisa ditolerir lagi. Akhirnya tadi pagi saya bawa ke bengkel. Lumayan lama juga, sekitar 2 jam. Saya kira hanya dikencengin aja, eh ternyata rantainya sudah aus. Dan saya harus mengganti rantai sejumlah 150 ribu rupiah. Mahal ga sih? Saya sendiri sih merasa itu mahal, karena ekspektasi saya hanya sekitar 70 ribu rupiah.

Bagaimana nih motor yang teman-teman rutin pakai? Baik baik saja kah?