Tentang Green Computing
Artikel ini diikutkan kompetisi Beat Blog Writing Contest.
Cara menjaga bumi kita itu bermacam-macam. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengkonsumsi listrik secara berlebihan, tidak mebang pohon sembarangan, dan lain sebagainya. Kali ini saya akan bahas tentang Green Computing sebagai sarana kecil nan mudah bagi diri kita untuk ikut berkontribusi menjaga bumi kita tercinta ini.
Green Computing itu apa ya?
Segala aktivitas yang berhubungan dengan teknologi yang ramah lingkungan. Aktivitas tersebut dapat berupa pembuatan teknologi dan pemakaian teknologi. Misal pembuatan komponen komputer yang dapat mengkonsumsi listrik secara efisien dan menggunakan komputer dengan layar yang redup dengan sendirinya ketika dalam keadaan tidak digunakan. Selain itu penggantian kertas berupa dokumen elektronik juga disebut sebagai aktivitas green computing.
Pada prinsipnya green computing terkait dengan rangkaian tiga entitas yaitu sisi perangkat keras, sisi perangkat lunak, dan sisi pengguna. Dari sisi perangkat keras dapat dipastikan bahwa perangkat keras yang diproduksi sekitar pertengahan 1990-an sudah memiliki sertifikasi program energy star. Dari sisi perangkat lunak, dewasa ini OS sudah menerapkan antarmuka yang berguna untuk mengendalikan penghematan sumber daya perangkat keras. Kemudian sisi pengguna berupa individu atau organisasi merupakan hal yang paling penting. Haruslah ada kepedulian individu atau organisasi untuk menerapkan green computing pada perangkat keras yang telah disediakan. Organisasi juga dianjurkan untuk meningkatkan optimalisasi email, jurnal elektronik, e-learning, dan lain sebagainya.
Emangnya pengaruh?
Pengaruh banget. Mengutip tulisan Priyanto, seorang dosen UNY, green computing telah terbukti mampu mencegah deforestasi. Hal ini nampak dari studi yang dilakukan oleh Javelin Strategy & Research (Shapley, 2007) yang menunjukkan perubahan ke Internet Banking pada 53 persen Bank di Amerika, telah mampu menghemat penebangan 16.5 juta pohon setiap tahunnya.
Generasi muda bisa ikutan ga?
Jawabannya tentu bisa. Banyak hal kecil yang bisa dilakukan dalam rangka mendukung aktivitas green computing ini. Berikut tips-tips yang saya kutip dari Bung Romi Satrio Wahono,
- Green computing on PC
- Matikan komputer jika tidak digunakan, terutama pada malam hari
- Matikan monitor, bukan hanya sekedar screen saver
- Mode power hibernate menghemat 98% energi, stand-by menghemat 90% energi, dan sleep mode menghemat 70% energi.
- Green computing on laptop
- Kurangi penggunaan backlight
- Matikan bluetooth atau wi-fi jika tidak digunakan
- Lepas MMC dan flash disk seusai digunakan
- Green computing on paperless method
- Menggunakan document management system, electronic invoicing, dan electronic business process.
- Green computing on paperless education
- Menggunakan media eletronik dalam pegumpulan tugas
- Menggunakan eLearning system
- Menggunakan chatting dan social networking untuk media pembelajaran
- Green computing on paperless branding and marketing
- Gunakan fasilitas about.me untuk personal branding kamu. Contoh branding saya sebagai pengganti kartu nama [klik]
- Rajin ngeblog untuk membangun personal branding
Referensi:
Priyanto. 2008. Green Computing: Solusi TI Ramah Lingkungan. http://blog.uny.ac.id/priyanto/2008/05/19/green-computing-solusi-ti-ramah-lingkungan/
Wahono, Romi Satrio. 2008. Green Computing untuk Orang Lugu. http://romisatriawahono.net/2008/12/22/green-computing-untuk-orang-lugu/
[...] oksigen yang dikeluarkan oleh pohon sebagai hasil fotosintesis.Selain itu juga kita bisa menerapkan green computing. Kita bisa mengurangi listrik yang biasanya dikonsumsi, penggunaan kertas, dan lain sebagainya. [...]
wah,, batere laptop saya ud ga fungsi ni. jd tiap kali mau pake laptop harus dicharge..
jd susah mau menerapkan green computing.
:’( sabar ya mbah. aku turut bersedih.